|
Legalkah Antivirus Gratis yang anda pakai
???
26 Desember
2007 Artikel Chip Agustus
2007 Pada salah satu email yang beredar di mailing
list dengan alamat ****@hotel****.com, penulis menemukan footer sebagai berikut
: No virus
found in this incoming message. Patut dikagumi kesadaran dari
pengguna email untuk menggunakan antivirus demi keamanan dirinya dan mengikuti
ketentuan hukum untuk menghargai hak cipta dengan tidak membajak piranti lunak
dengan tidak menggunakan software antivirus bajakan dan memilih antivirus
Gratis. Tetapi, ternyata hal yang terjadi justru sebaliknya. Jika diteliti
lebih jauh, pencantuman footer tersebut bagi pengguna dengan alamat email
perusahaan ibarat pengumuman bahwa : “Saya melanggar hukum, silahkan
tangkap kalau kamu tahu apa salah saya !!” Jika anda pengguna software
Antivirus Gratis, perlu anda ketahui bahwa syarat ketentuan pengguna lisensi
Gratis ini adalah harus memenuhi dua ketentuan dasar, yaitu privat (home user)
dan non commercial (tidak boleh untuk kepentingan bisnis). Jadi dengan melihat
seorang pengguna alamat email komersial (perusahaan) dengan footer AVG Free
Edition, ibarat ayam negeri menyodorkan lehernya untuk dipotong jadi ayam
goreng karena menyalahi ketentuan EULA (End User License Agreement). Menggunakan antivirus tidak
salah dan bagi pengguna OS Windows sudah merupakan satu praktek sekuriti yang
disarankan. Menggunakan antivirus gratisan juga tidak salah, yang salah adalah
menggunakan antivirus gratisan tanpa membaca apa saja syarat menggunakan
aplikasi gratisan tersebut. Di internet dapat anda temui setidaknya 5 (lima)
vendor antivirus yang menyediakan antivirus secara gratis dengan beberapa
ketentuan yang harus dipenuhi dan beberapa keterbatasan fitur. Satu catatan tambahan adalah
antivirus yang gratis ini selain tidak boleh untuk kepentingan komersial, juga
versi antivirus yang gratis ini hanya yang home user dan bukan versi jaringan /
korporat. Apa beda home user dengan korporat ? Pada prinsipnya antivirus
korporat memiliki kemampuan update terpusat sehingga menghemat bandwidth dan
fitur manajemen antivirus dari jaringan yang memungkinkan administrator dapat
memonitor dan mengontrol aplikasi antivirus semua komputer di jaringannya dari server
antivirus dan jika ada serangan virus tidak perlu mengunjungi seluruh komputer
satu persatu (teorinya :P). Salah satu fitur yang menarik dari antivirus
jaringan adalah early warning atas serangan virus ke jaringan dan statistik
serangan virus pada suatu jaringan yang jika digunakan dengan tepat dapat
mencegah akibat lebih buruk dari serangan virus dan mendidik pengguna komputer
di jaringan perusahaan untuk disiplin menjalankan kebiasaan berkomputer yang
aman. Lalu siapa saja yang menyediakan
antivirus gratis dan dimana saja alamatnya ? Antivirus gratis mana yang
direkomendasikan ? Antivirus gratis yang dapat anda
gunakan secara secara legal untuk kepentingan non komersial (home user) adalah :
Lalu jika anda menanyakan hal
yang paling sering diajukan oleh pengguna komputer, antivirus mana yang terbaik
? Pertanyaan ini ibarat menanyakan motor mana yang terbaik Honda, Suzuki atau
Yamaha dan jawabannya bisa beraneka ragam. Tetapi ada “ground rule” (peraturan
dasar) bagi pengguna antivirus yang dapat anda pertimbangkan dalam memutuskan
antivirus mana yang kira-kira cocok untuk anda. Pertama, antivirus yang terbaik
adalah antivirus yang “terupdate”, jadi sekalipun anda menggunakan antivirus
yang “katanya” gratisan dan terupdate secara teratur, perlindungan terhadap
virus akan lebih baik dibandingkan dengan antivirus merek terkenal yang updatenya
tidak teratur. Kedua, jika memungkinkan gunakan vendor antivirus yang peduli
terhadap pengguna lokal dan memberikan support lokal pada produknya. Hal ini
penting karena selain ancaman virus mancanegara (yang pada umumnya sudah
terdeteksi dengan baik secara otomatis oleh mayoritas vendor antivirus) ada ancaman
virus lokal yang sulit terdeteksi oleh antivirus mancanegara yang memerlukan
support lokal dan kabar buruknya, Indonesia sekarang merupakan salah satu
negara yang paling produktif menciptakan virus. Lalu kembali lagi, siapakah
diantara ke lima vendor antivirus tersebut yang dianggap terbaik ? Kalau yang
terbaik, jawabannya sangat relatif. Berikut ini tabel simple yang penulis susun
bagi pembaca Chip yang melihat banyaknya Award yang didapatkan produk antivirus
dari Virus Bulletin (Organisasi antivirus dunia, badan independen yang sejak
tahun 1980-an mengadakan pengetesan secara reguler atas berbagai merek produk
antivirus terkenal beberapa kali setiap tahun pada berbagai platform OS).
Selain itu ibaratnya Indonesian Idol, anda juga dapat mendasarkan keputusan
pemilihan antivirus gratis dari banyaknya download yang dilakukan oleh pengguna
internet seluruh dunia terhadap program antivirus Gratis. Adapun data tersebut adalah
sebagai berikut :
Sumber : Jika anda bertanya kepada kami,
saya menggunakan antivirus untuk kepentingan bisnis tetapi saya mencari
antivirus yang gratis. Dimana bisa saya dapatkan ? Hmm, pertanyaan yang cukup
sulit. Tetapi masih ada jawabannya, dengan catatan anda harus usaha sedikit.
Khusus untuk pengguna internet Indonesia, PT. Vaksincom memberikan antivirus
Original Norman Virus Control for workstation + update definisi dan engine 1
tahun Gratis dengan catatan : Anda mendapatkan virus baru yang
tidak terdeteksi Norman dan mengirimkan sample virus tersebut ke virus@vaksin.com. Untuk lebih detailnya silahkan
lihat ketentuan detailnya di http://www.vaksin.com/hall_of_fame.htm. Salam, Aa Tan PT. Vaksincom Jl. Tanah Abang III / 19E Jakarta 10160 Ph : 021 345 6850 Fx : 021 345 6851 |